Langsung ke konten utama

CHAMPS Minggu ke 3



Assalamualaikum :-)
Yuk tetap sebarkan salam

          Minggu 27 September 2015, minggu ketiga kegiatan CHAMPS UISI. Kali ini saya mendapat ilmu baru melalui kegiatan ini. Pada bahasan minggu kemarin membahas tentang Komunikasi Efektif. Apa itu komunikasi efektif?
          Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlibat dalam komunikasi. Komunikasi Efektif juga dikatakan saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.
          Komunikasi itu penting, sangat penting. Untuk mengurangi perpecahan kesatuan, diperlukan komunikasi yang baik. Komunikasi bersifat bebas tetapi harus mengetahui etika dalam berkomunikasi, etika sangat penting, jika etika baik maka akan didapatkan komunikasi yang baik dan lancar.
          Selain mendapatkan materi tentang komunikasi, kami semua juga di ajari untuk berorasi. Inilah yang menjadi icon mahasiswa, mampu berorasi dengan acuan dan tata cara yang baik dan benar.
          Kita diberi suatu permasalahan negara dan dituntut untuk mendebatkan suatu masalah tersebut dalam waktu yang singkat untuk memikirkan permasalahan negara tersebut. Inilah yang sangat berkesan dalam CHAMPS Minggu ini. Seru, rame, asyik, lucu, serius, tawa, amarah, ejekan itulah unsur didalam perdebatan kemarin. Tetapi itu semua hanya untuk melatih peserta CHAMPS untuk lebih berani berorasi.
          Kembali lagi pada fungsi kita sebagai Mahasiswa, berdebat boleh why not? Tapi harus menjaga kode etik yang baik. Berdebat untuk mencari jalan keluar suatu permasalahan.
          Jadi kita semua tetap mempertahankan akhlak dan moral kita dalam hal apapun. Semua yang dinikmati baik akan menghasilkan hal baik.

Semoga kita semua dapat mengambil faedah dari serangkaian kegiatan CHAMPS ini.
Sampai berjumpa di CHAMPS berikutnya semoga bermanfaat :-)
CHAMPS 2015#BeyondInspiring UISI Luar Biasa

Wassalamualaikum wr.wb :-)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Allah hanya memindah tugaskan Kita

Manusia itu laksana sekawanan burung, memiliki naluri untuk berkumpul dengan sejenisnya. Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi orang shalih, hendaklah berusaha berkawan dan berkumpul dengan orang-orang shalih. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur) .” (At-Taubah/9:119). Ini berlaku bagi laki-laki dan wanita yaa. Seorang Muslim hendaknya mencari, bergaul, dan menjadikan laki-laki yang shalih sebagai kawan-kawannya. Dan wanita Muslimah hendaknya mencari, bergaul, dan menjadikan wanita-wanita shalihah sebagai kawan-kawannya. Jangan  merasa rendah bergaul dengan orang-orang yang taat, walaupun mereka orang-orang yang kekurangan secara duniawi, namun mereka memiliki derajat di sisi Allah Yang Maha Tinggi. Daaannn Alhamdulillah lingkaran pertemanan saya Sholeh dan Sholehah serta men sholehkan dan men sho...

NDAK PERLU!

Barangkali memang benar bahwa kita ndak perlu meminta dimengerti oleh orang lain. Setiap pribadi memiliki sisi kepentingan yang berbeda, setiap manusia memiliki kacamata sendiri dalam melihat orang lain. Pun mereka terhadap kita. Ndak perlu lah bersusah payah membuat mereka mengerti, ndak perlu meminta dipahami dengan membuang harga diri. Sebab suatu hari, kita akan bertemu dengan orang-orang yang tanpa diminta akan mencoba memahami, orang-orang yang dengan senang hati berusaha mengerti. Meski tentu tak pernah mengerti sepenuhnya, tapi mereka selalu berupaya. Percaya deh! suatu hari akan bertemu dengan orang-orang yang selalu mempertanyakan perihal keadaan kita yang sebenarnya, bukan sekadar yang dapat dilihat mata. Manusiawi sih, memang begitu alamiyah nya sifat manusia. Selalu berharap kepada manusia, mencari penilaian manusia dan memprioritaskan manusia diatas segalanya. Mungkin diawal niat kita sih yang salah, selalu menginginkan dan mengharapkan manusia. Bahkan secara sadar pu...

Hai Nurmaaaaa

"No One Can Replace You" Alhamdulillah, satu kata yang tiada hentinya diucapkan ketika melihat foto ini. Kenapa tidak, Allah begitu baiknya kepada diri ini yang dengan mudah membolak-balikkan hati ini. Diri ini yang dulunya tidak pernah mempercayai kalau sahabat karib itu bakal ada dan bersifat candu. Tapi dengan kuasa Allah, Allah mendatangkan teman-teman serta lingkungan yang baik pada diri ini yang sedang belajar menuju baik. Dari dulu berprinsip harus punya banyak teman, teman dari kalangan apapun dan bagaimanapun, karena dari mereka-merekalah bisa mengupgrade diri ini. Namun seiring dengan berjalannya waktu, teman-teman ini berbelok menuju jalannya masing-masing dan di persimpangan jalan pasti menemui teman baru. Beda dengan ini, dipersimpangan manapun kita berpisah, tapi ujungnya kita dipertemukan lagi, sempat bingung ini apa maksudnya? apa ini yang disebut persahabatan? bisa jadi... Bahkan bisa jadi lebih dari itu, diri ini mengenal dirinya tanpa sengaja bahk...