Langsung ke konten utama

Hai Nurmaaaaa

"No One Can Replace You"



Alhamdulillah, satu kata yang tiada hentinya diucapkan ketika melihat foto ini. Kenapa tidak, Allah begitu baiknya kepada diri ini yang dengan mudah membolak-balikkan hati ini. Diri ini yang dulunya tidak pernah mempercayai kalau sahabat karib itu bakal ada dan bersifat candu. Tapi dengan kuasa Allah, Allah mendatangkan teman-teman serta lingkungan yang baik pada diri ini yang sedang belajar menuju baik.

Dari dulu berprinsip harus punya banyak teman, teman dari kalangan apapun dan bagaimanapun, karena dari mereka-merekalah bisa mengupgrade diri ini. Namun seiring dengan berjalannya waktu, teman-teman ini berbelok menuju jalannya masing-masing dan di persimpangan jalan pasti menemui teman baru.

Beda dengan ini, dipersimpangan manapun kita berpisah, tapi ujungnya kita dipertemukan lagi, sempat bingung ini apa maksudnya? apa ini yang disebut persahabatan? bisa jadi...
Bahkan bisa jadi lebih dari itu, diri ini mengenal dirinya tanpa sengaja bahkan lupa bagaimana bisa kita dan kemudian nyaman satu sama lain...

Mungkin diri ini saja yang nyaman dengan mu, mungkin dirimu tidak atau malah tersiksa? hahaha, gimana tidak? diri ini yang banyak sekali kekurangannya, yang selalu membuat dirimu harus bertambah bebannya karena mendengar curhatanku, yang selalu direpotkan dan lain-lain, entah Allah mendesain dirimu seperti apa sehingga dirimu mampu bertahan dengan segala ke-EGOIS-an diri ini...

Sudah banyak kata yang diri ini lontarkan ke dirimu, entah kata baik atau buruk. Sudah berapa waktu yang diriku sita darimu untuk selalu mendengarkan keluh kesahku. Sudah berapa kecewa yang dirimu rasakan untuk diriku dan sudah berapa kali dirimu mencoba untuk lari dariku karena tak tahan dengan diriku, diriku tak tahu...

Yang aku tahu, dirimu selalu mencoba untuk ada disetiap bahagiaku, dirimu selalu ada di setiap duka ku, disetiap tangis ku dan kecewaku. Sampai lupa berapa tangisan diri ini yang telah dirimu saksikan, berapa marah diri ini yang selalu dirimu terima dariku, sampai aku lupa bahwa kadang diriku tak selalu memberikan tawaku untukmu. (Itu kalimat nya nyontek di lirik lagu)

Terimakasih dan maaf yang bisa diri ini balaskan untuk mu, diri ini hanya bisa meminta ke penciptamu dan penciptaku agar selalu melindungimu dan keluargamu, sejauh ini yaa pertemanan kita, hingga keluarga kita saling tahu, mungkin bukan lagi pertemanan, bahkan sudah jadi saudara. Iya saudara dari nabi adam hehehe...

Denganmu bisa jadi kalimat, membentuk kalimat-kalimat indah yang menjadikan buku kehidupan ku ini semakin tebal dan bermakna. Segala amarah diri ini dan segalanya, semoga dirimu bisa menyimpannya dalam-dalam. Dan segala senyum serta tangis diri ini juga semoga bisa dirimu kenang sampai kapanpun...

Sekali lagi, tidak akan ada yang menggantikan mu..
Walau kelak diri ini menemukan orang baru, dirimu tetap jadi yang pertama
Besok akan ku ceritakan tentang dirimu ke teman sejatiku (suami) bahwa sebelum ada dia ada dirimu yang membersamaiku untuk menemukan dirinya ...

Terimakasih, Allah yang membalas segala kebaikan mu Nurmawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Allah hanya memindah tugaskan Kita

Manusia itu laksana sekawanan burung, memiliki naluri untuk berkumpul dengan sejenisnya. Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi orang shalih, hendaklah berusaha berkawan dan berkumpul dengan orang-orang shalih. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur) .” (At-Taubah/9:119). Ini berlaku bagi laki-laki dan wanita yaa. Seorang Muslim hendaknya mencari, bergaul, dan menjadikan laki-laki yang shalih sebagai kawan-kawannya. Dan wanita Muslimah hendaknya mencari, bergaul, dan menjadikan wanita-wanita shalihah sebagai kawan-kawannya. Jangan  merasa rendah bergaul dengan orang-orang yang taat, walaupun mereka orang-orang yang kekurangan secara duniawi, namun mereka memiliki derajat di sisi Allah Yang Maha Tinggi. Daaannn Alhamdulillah lingkaran pertemanan saya Sholeh dan Sholehah serta men sholehkan dan men sho...

NDAK PERLU!

Barangkali memang benar bahwa kita ndak perlu meminta dimengerti oleh orang lain. Setiap pribadi memiliki sisi kepentingan yang berbeda, setiap manusia memiliki kacamata sendiri dalam melihat orang lain. Pun mereka terhadap kita. Ndak perlu lah bersusah payah membuat mereka mengerti, ndak perlu meminta dipahami dengan membuang harga diri. Sebab suatu hari, kita akan bertemu dengan orang-orang yang tanpa diminta akan mencoba memahami, orang-orang yang dengan senang hati berusaha mengerti. Meski tentu tak pernah mengerti sepenuhnya, tapi mereka selalu berupaya. Percaya deh! suatu hari akan bertemu dengan orang-orang yang selalu mempertanyakan perihal keadaan kita yang sebenarnya, bukan sekadar yang dapat dilihat mata. Manusiawi sih, memang begitu alamiyah nya sifat manusia. Selalu berharap kepada manusia, mencari penilaian manusia dan memprioritaskan manusia diatas segalanya. Mungkin diawal niat kita sih yang salah, selalu menginginkan dan mengharapkan manusia. Bahkan secara sadar pu...

Problem??? Everyone must have a problem

Assalamu'alaikum Wr. Wb. “Kalo gak mau ada masalah, jangan hidup!!” mungkin itu kalimat yang pas buat kita semua hehehe ...  Siapa sih di dunia ini yang nggak punya masalah? mustahil lah bagi setiap orang jika menghadapi kehidupan ini tanpa masalah, kalau menurut saya hidup tanpa masalah itu bagai sayur tanpa garam hehehe hambar gitu dan hidup kita akan biasa-biasa saja . Setiap orang pasti masalah nya berbeda-beda. dan masalah itu bermacam-macam jenisnya. Tergantung jenis dan tempat dimana masalah itu terjadi hehe Dan yang paling utama tergantung dari bagaimana si pelaku atau yang mengalami permasalahan itu memandang masalahnya. Setiap manusia akan menemui masalahnya masing-masing. Setiap orang akan mengalami permasalahan hidup yang beragam. Setiap permasalahan yang datang tak jarang membuat kita sebagai manusia menjadi lemah dan berputus asa, padahal Allah berfirman : “….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari...